Ruang
lingkup psikologi agama
Psikologi merupakan sesuatu yang abstrak dalam hidup dan kehidupan umat
manusia. Begitu juga pentingnya bimbingan dan konseling islam yang mana
pengertian bimbingan dan konseling islam ialah bantuan dan pertolongan yang di
berikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau
mengatasi kesulitan-kesulitan di dalam hidupnya, agar individu atau sekumpulan
individu tersebut dapat mencapai kesejahteraan hidupnya. Apabila psikologi dan
bimbingan konselling islam itu di kaitkan dengan agama, maka cakupannya menjadi
lebih luas, karena selain mengupas psikologi secara umum, juga berusaha
mengungkapkan berbagai persoalan mendasar dengan mengunakan pendekatan agama
dalam hal ini agama islam. Psikologi agama tidak di tinjau dari makna yang
terkandung dalam pengertian yang bersifat definitive dan normatif. Akan tetapi
lebih bersifat umum, yaitu mengenai proses kejiwaan terhadap agama serta
pengaruhnya dalam kehidupan.
Seperti dikemukakan sebelumnya bahwa psikologi agama merupakan cabang dari
psikologi. Sebelum menjadi ilmu yang otonom psikologi agama memilii latar belakang sejarah perkembangan yang cukup
lama. Karena itu, psikologi agama dinilai sebagai cabang psikoogi yang relatif
masih muda.Secara pasti belum ada keterangan kapan di mulainya kajian psikologi
agama secara ilmiah, baik dalam kitab suci maupun sejarah tentang agama-agama
tidak terungkap secara jelas mengenai hal itu. Tetapi penjelasan mengenai
hubungan antara kejiwaan dengan agama banyak di ungkapan oleh berbagai kitab
suci. Seperti seorang yang beriman kepada Allah S.W.T, berbuat baik, dan banyak
beribadah akan menjadikan jiwanya tenang dan tentram dan akan bahagia dunia
akhitrat dan begitu juga sebaliknya. Para ahli melihat bahwa psikologi pun memiliki
keterikatan dengan masalah-masalah yang menyangkut kehidupan batin manusia yang
paling dalam, yaitu agama. Kajian-kajian khusus mengenai pendekatan psikologis
ini sejak awal-awal abad ke-19 menjadi kian berkembang, sehingga para ahli
psikologi yang bersangkutan melalui karya mereka telah membuka lapangan baru
dalam kajian psikologi, yaitu psikologi agama.
Perkembangan adalah serangkaian perubahan progresif yang terjadi akibat
proses kematangan dan pengalaman. Masa lansia sering di maknai sebagai masa
kemunduran, terutama pada keberfungsinya fungsi-fungsi fisik dan
psikologis.kemunduran juga mempunyai penyebab psikologis seperti, sikap tidak
senang terhadap diri sendiri, orang lain, perkerjaan dan penghidupan pada
umumnya dapat menuju kepada keadaan uzur.kemidian kemunduran dari segi sosial
di tandai dengan kehilangan jabatan atau posisi tertentu dalam sebuah
organisasi atau masyarakat.usia lanjut di tandai dengan perubahan fisik dan
psikologis tertentu. Ciri-ciri usia lanjut cenderung menuju dan membawa
penyesuaian diri yang buruk daripada yang baik dan kepada kesengsaraan daripada
kebahagian, adapun ciri-ciri usia lanjut
a.
Usia lanjut mengalami kemunduran
b.
Perbedaan individual pada efek menua
c.
Usia tua di nilai dengan kriteria yang berbeda
d.
Berbagai stereotipe orang usia lanjut
e.
Sikap sosial terhadap usia lanjut
f.
Orang usia lanjut mempunyai status kelompok minoritas
g.
Menua membutuhkan perubahan peran
h.
Penyesuaian yang buruk pada lansia
sebagian besar tugas perkembangan usia lanjut lebih banyak berkaitan dengan
kehidupan pribadi seseorang dari pada kehidupan orang lain. Orang tua di
harapkan untuk menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan, dan menurunya
kesehatan secara bertahab. Hal ini sering di artikan sebagai perbaikan dan
perubahan peran yang pernah di lakukan di dalam maupun di luar rumah. Mereka
juga di harapkan untuk mecari kegiatan untuk menganti tugas-tugas terdahulu
yang menghabiskan sebagian besar waktu kala mereka masih muda. Mereka perlu
menjadwalkan dan menyusun kembali pola hidup yang sesuai dengan keadaan saat
itu, yang sering berbeda dengan apa yang di lakukan dengan masa lalu sehingga
perlu melakukan perubahan dalam aturan hidup.
Banyak penyesuaian yang terjadi pada masa usia muda tapi sebagian besar
perubahan itu terjadi ke arah yang memburuk anatara lain:
a.
Perubahan penampilan
b.
Perubahan bagian dalam tubuh
Ø
Perubahan pada kerangka tubuh
Yaitu tulang menjadi mengapur dan mudah retak atau patah,
dan sembuhnya lambat sesuai dengan bertambahnya usia
Ø
Perubahan pada sistem syaraf
Yang perlu di perhatikan adalah pada otak. Pada usia
lanjut berat otak berkurang, bilik-bilik jantung melebar sedangkan pita
jaringan cortical menyempit
Ø
Perubahan isi perut
Berhentinya pertumbuhnya khususnya di tandai dan di
ketahui lewat limpa, hati, alat reproduksi, jantung, paru-paru pankreas, dan
ginjal
Ø
Perubahan pada fungsi fisiologis
·
Perubahan panca indra
·
Perubahan seksual
Perubah minat pada usia lanjut seperti perubahan fisik, mental dan gaya
hidup pada orang-orang berusia lanjut, juga terjadi perubahan minat dan
keinginan yang tidak dapat di hindari.Terdapat hubungan yang erat antara jumlah
keinginan dan minat orang pada seluruh tingkat usia dan keberhasilan
penyesuaian mereka.pada ummnya mereka memiliki minat pribadi, minat untuk
berkereasi, keinginan sosial keinginan yang bersifat keagamaan dan keinginan
untuk mati.
Dalam
Surah at-Taariq [86] ayat 5-7.
فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ مِمَّ
خُلِقَ . خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ . يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ
وَالتَّرَائِبِ .
Maka, hendaklah manusia merenungkan, dari apa ia
diciptakan. Ia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara
tulang sulbi dan tulang dada. (Q.S. at-Taariq [86]: 5-7)
Berkaitan dengan hal ini, terdapat
sebuah atsar yang menyebutkan bahwa “Barang siapa mengenal
dirinya, niscaya ia mengenal Tuhan-nya.”
Di samping itu, Al-Qur’an juga memuat petunjuk
mengenai manusia, sifat-sifat dan keadaan psikologisnya yang berkaitan dengan
pembentukan gambaran yang benar tentang kepribadian manusia, motivasi utama
yang menggerakkan perilaku manusia, serta faktor-faktor yang mendasari
keselarasan dan kesempurnaan kepribadian manusia dan terwujudnya kesehatan jiwa
manusia.[2]
Dalam tulisan ini, penulis akan mencoba melihat
sejauh mana hakikat manusia menurut perspektif Al-Qur’an. Di awal pembahasan, penulis
akan memaparkan secara sekilas definisi manusia dan asal-usul penciptaannya.
Semoga tulisan sederhana ini bisa menambah inspirasi untuk memantapkan kembali
eksistensi kita sebagai manusia.
Daftar pustaka
Djuned.Subki 2004 Psikologi Agama pengantar
psikologi agama Banda Aceh:Ar-raniry
Press
Jalaluddin.2010. Psikologi Agama sejarah
perkembangan psikologi agama jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Jalaluddin .2005. Psikologi Agama. Sejarah
perkembangan psikologi agama Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Rahman,Shaleh Abdul 2009. Psikologi Agama suatu pengantar dalam persfektif
islam. Jakarta : Kencana Prenda Media Grub
Lister, Nico Syukur. 1982 Pengantar Psikologi Agama pengalaman dan motivasi beragama. Lepenas : Sidanglaya